Harga Pertamax Naik, Perbandingan Biaya Energi Mobil Bensin vs Listrik
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter pada Juni 2026 menjadi pembicaraan banyak orang . Termasuk kembali menambah biaya yang harus ditanggung pemilik kendaraan. Bagi para pemilik mobil, pengeluaran untuk transportasi tidak hanya mencakup bahan bakar, tetapi juga servis berkala, biaya perbaikan, hingga risiko kerusakan akibat kecelakaan atau bencana alam. Karena itu, semakin banyak pemilik kendaraan mulai menghitung kembali total biaya kepemilikan kendaraan yang mereka gunakan setiap hari.
Di tengah meningkatnya biaya operasional tersebut, mobil listrik sering disebut sebagai alternatif yang lebih hemat dibandingkan dengan mobil bensin. Namun, seberapa besar sebenarnya perbedaan biaya energi antara keduanya? Dan apakah penghematan tersebut cukup signifikan dalam jangka panjang? (Ditambahkan dengan dipersingkat)
Mari kita Simak artikel berikut.
Kenaikan Harga Pertamax dan Dampaknya bagi Pengguna Kendaraan
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp.16.250 per liter membuat biaya operasional kendaraan bensin semakin tinggi. Semakin jauh jarak tempuh kendaraan, semakin besar pula pengeluaran yang harus disiapkan. Lalu, bagaimana jika dibandingkan dengan biaya penggunaan mobil listrik?
Berapa Biaya Menggunakan Mobil Bensin Saat Ini?
Mari menggunakan simulasi sederhana yang relevan dengan kondisi pengguna kendaraan di Indonesia.
Asumsikan sebuah mobil bensin memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 12 kilometer per liter. Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter, maka biaya yang dibutuhkan untuk menempuh satu kilometer adalah:
Rp16.250 ÷ 12 km = Rp1.354 per kilometer.
Selanjutnya, kita menggunakan asumsi jarak tempuh harian sebesar 30 kilometer. Angka ini cukup realistis untuk aktivitas sehari-hari seperti pergi bekerja, mengantar anak sekolah, berbelanja, atau melakukan perjalanan dalam kota.
Jika digunakan selama 30 hari dalam sebulan, total jarak tempuh menjadi:
30 km × 30 hari = 900 kilometer per bulan.
Dengan biaya Rp1.354 per kilometer, maka pengeluaran bahan bakar bulanan mencapai:
900 km × Rp1.354 = Rp1.218.750 per bulan.
Dalam setahun, biaya tersebut menjadi:
Rp1.218.750 × 12 bulan = Rp14.625.000 per tahun.
Angka ini hanya mencakup biaya bahan bakar. Belum termasuk servis berkala, penggantian oli mesin, filter udara, busi, dan berbagai komponen lain yang lazim ditemukan pada kendaraan bermesin pembakaran internal.
Bagaimana Cara Menghitung Biaya Mobil Listrik?
Berbeda dengan mobil bensin yang menggunakan liter sebagai satuan konsumsi energi, mobil listrik menggunakan kilowatt-hour atau kWh.
Untuk memudahkan perbandingan, kita menggunakan tarif listrik rumah tangga sebesar Rp1.699 per kWh dan efisiensi kendaraan listrik rata-rata 6 kilometer per kWh. Dengan asumsi tersebut, biaya energi kendaraan listrik dapat dihitung sebagai berikut:
Rp1.699 ÷ 6 km = Rp283 per kilometer.
Angka ini menunjukkan bahwa biaya energi mobil listrik hanya sekitar seperlima biaya energi mobil bensin.
Jika jarak tempuh bulanan tetap sama, yaitu 900 kilometer per bulan, maka biaya energi kendaraan listrik menjadi:
900 km × Rp283 = Rp254.700 per bulan.
Dalam setahun, total biaya pengisian daya mencapai:
Rp254.700 × 12 bulan = Rp3.056.400 per tahun.
Perbedaannya terlihat cukup besar. Bahkan sebelum memperhitungkan biaya perawatan, kendaraan listrik sudah menawarkan biaya energi yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Selain Biaya Energi, Ada Biaya Pajak yang Perlu Dipertimbangkan
Saat membandingkan mobil bensin dan mobil listrik, biaya energi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Pemilik kendaraan juga perlu memperhitungkan biaya pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan setiap tahun.
Di berbagai daerah di Indonesia, kendaraan listrik memperoleh insentif berupa pengurangan atau bahkan pembebasan komponen tertentu dalam pajak kendaraan bermotor. Sementara itu, mobil bensin tetap dikenakan pajak sesuai nilai jual dan ketentuan yang berlaku.
Besarnya insentif memang berbeda di setiap daerah, namun kebijakan tersebut dapat memberikan tambahan penghematan bagi pemilik kendaraan listrik selain dari biaya energi yang lebih rendah. (Ditambahkan sesuai dengan
Faktor Perawatan yang Sering Terlupakan
Ketika membandingkan mobil bensin dan mobil listrik, banyak orang hanya fokus pada biaya bahan bakar. Padahal biaya perawatan juga merupakan komponen penting dalam total biaya kepemilikan kendaraan.
Mobil bensin memerlukan penggantian oli secara berkala, penggantian busi, filter udara, filter oli, hingga berbagai komponen lain yang berkaitan dengan proses pembakaran.
Sementara itu, kendaraan listrik memiliki jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit. Tidak ada oli mesin, tidak ada busi, dan tidak ada sistem pembakaran yang membutuhkan perawatan rutin. Karena itu, biaya servis berkala kendaraan listrik umumnya lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Bagi pengguna yang berencana menggunakan kendaraan dalam jangka panjang, selisih biaya perawatan ini dapat memberikan tambahan penghematan yang cukup berarti.
Apakah Mobil Listrik Selalu Lebih Menguntungkan?
Jawabannya tidak selalu.
Setiap pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.
Jarak Tempuh Harian
Semakin tinggi jarak tempuh harian, semakin besar penghematan yang dapat diperoleh dari kendaraan listrik.
Sebaliknya, jika mobil hanya digunakan sesekali pada akhir pekan, maka selisih biaya operasional mungkin tidak terlalu terasa.
Akses Pengisian Energi
Pengguna yang memiliki akses charging di rumah akan memperoleh manfaat terbesar dari kendaraan listrik.
Sementara itu, pengguna yang tinggal di area dengan fasilitas pengisian daya terbatas perlu mempertimbangkan ketersediaan SPBU di sekitar lokasi mereka.
Harga Kendaraan
Tidak dapat dipungkiri bahwa harga awal mobil listrik masih relatif lebih tinggi dibandingkan sebagian mobil bensin pada segmen yang sama.
Namun ketika dihitung menggunakan pendekatan total cost of ownership selama lima tahun atau lebih, penghematan biaya energi dan perawatan dapat membantu mengurangi selisih tersebut secara bertahap.
Bisa dikatakan bahwa mobil listrik menawarkan biaya energi yang lebih hemat dibandingkan mobil bensin, terutama bagi pengguna dengan mobilitas harian yang tinggi. Namun, keputusan memilih kendaraan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada biaya operasional, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain yang mengikuti seperti harga kendaraan, biaya pajak, ketersediaan fasilitas pengisian daya, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Terlepas dari pilihan kendaraan yang digunakan, pemilik kendaraan tetap perlu mengantisipasi berbagai risiko, seperti kecelakaan, bencana alam, maupun pencurian. Oleh karena itu, selain mengelola biaya operasional, pastikan kendaraan Anda mendapatkan perlindungan yang sesuai untuk mendukung setiap perjalanan Anda.
Lindungi kendaraan Anda dengan Mega Kendaraan disini agar perjalanan semakin tenang. dan untuk informasi lebih lanjut, lihat e-brosur atau hubungi Halo Mia di 1500-119, WhatsApp 08111-1500-119, atau email halomia@megainsurance.co.id.
Produk asuransi Mega Kendaraan diterbitkan oleh PT Asuransi Umum Mega.

