Media Kami

Ikuti informasi terkini mengenai Mega Insurance dan artikel lainnya

Media Kami

Mau Liburan ke Jepang Jangan Kaget, Biaya Visa Kini Naik Drastis

Mau Liburan ke Jepang Jangan Kaget, Biaya Visa Kini Naik Drastis

Jepang telah lama menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari keindahan bunga sakura di musim semi, kemegahan Gunung Fuji, hingga hiruk-pikuk distrik Shibuya di Tokyo, Negeri Sakura selalu berhasil menarik jutaan wisatawan dari berbagai negara setiap tahunnya. Selain menawarkan perpaduan budaya tradisional dan teknologi modern, Jepang juga dikenal memiliki sistem transportasi yang nyaman, tingkat keamanan yang tinggi, serta beragam kuliner yang mendunia.

Namun, bagi Anda yang sedang menyusun rencana liburan ke Jepang, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Jepang resmi memberlakukan tarif visa baru bagi warga negara asing. Kenaikan tersebut bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan mencapai lima kali lipat dibandingkan tarif sebelumnya. Kebijakan ini menjadi perubahan terbesar dalam hampir lima dekade terakhir dan tentu akan mempengaruhi anggaran perjalanan para wisatawan dari Indonesia maupun negara lain.

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Biaya Visa Jepang Resmi Naik

Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa seluruh pengajuan visa yang diajukan mulai 1 Juli 2026 akan dikenakan tarif baru. Kebijakan ini berlaku bagi berbagai jenis visa kunjungan, termasuk single-entry visa maupun multiple-entry visa.

Berikut rincian perubahan tarifnya:

Jenis Visa

Tarif Lama

Tarif Baru

Single Entry

3.000 Yen

15.000 Yen

Multiple Entry

6.000 Yen

30.000 Yen

Semans, H. (2026, June 20). Japan to raise visa fees for foreign nationals in first revision in nearly 50 years. The Japan Times. https://www.japantimes.co.jp/news/2026/06/20/japan/japan-raise-visa-fees/

Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs saat ini, biaya single-entry visa menjadi sekitar Rp1,6 juta, sedangkan multiple-entry visa mendekati Rp3,3 juta. Besarnya biaya dalam rupiah dapat berubah mengikuti nilai tukar yen terhadap rupiah pada saat pembayaran.

Mengapa Jepang Menaikkan Biaya Visa?

Ada beberapa alasan utama dibalik kebijakan tersebut.

  1. Menyesuaikan Inflasi dan Nilai Tukar

Selama hampir lima dekade terakhir, inflasi menyebabkan biaya operasional berbagai layanan pemerintah meningkat. Selain itu, perubahan nilai tukar yen terhadap mata uang asing juga mempengaruhi biaya administrasi yang harus ditanggung pemerintah.

Menteri Luar Negeri Jepang menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk mencerminkan perubahan ekonomi yang telah terjadi selama puluhan tahun.

  1. Biaya Administrasi Semakin Tinggi

Jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang terus meningkat setiap tahun. Setelah pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi, Jepang bahkan mencatat rekor jumlah kunjungan wisatawan internasional.

Meningkatnya jumlah pemohon visa membuat pemerintah harus mengembangkan sistem keimigrasian yang lebih modern, memperkuat keamanan dokumen, meningkatkan layanan digital, serta menambah kapasitas administrasi. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian tarif.

  1. Menyamakan Standar dengan Negara G7

Pemerintah Jepang juga menyebutkan bahwa setelah kenaikan tersebut, biaya visa Jepang akan lebih sejalan dengan negara-negara anggota G7 lainnya.

Sebagai perbandingan, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris telah lama menerapkan biaya pengajuan visa yang jauh lebih tinggi dibandingkan Jepang. Dengan penyesuaian terbaru, Jepang menilai tarif visanya masih berada pada kisaran yang kompetitif dibandingkan negara-negara tersebut.

Kenaikan Visa Bukan Alasan Menunda Liburan

Meski biaya visa mengalami kenaikan yang cukup signifikan, pengeluaran tersebut sebenarnya hanya merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan biaya perjalanan ke Jepang. Dengan perencanaan anggaran yang matang, wisatawan tetap dapat menikmati liburan tanpa harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar.

Agar kenaikan biaya visa tidak terlalu membebani anggaran, ada beberapa strategi sederhana yang dapat dilakukan sebelum berangkat.

  1. Pesan Tiket Pesawat Lebih Awal

Harga tiket biasanya jauh lebih murah jika dipesan tiga hingga enam bulan sebelum keberangkatan. Selain memperoleh harga yang lebih kompetitif, Anda juga memiliki lebih banyak pilihan jadwal penerbangan.

  1. Hindari Musim Peak Season

Musim sakura, Golden Week, dan libur akhir tahun merupakan periode dengan permintaan wisata yang sangat tinggi. Jika ingin menghemat anggaran, pertimbangkan bepergian pada musim gugur atau awal musim dingin ketika harga tiket dan hotel relatif lebih terjangkau.

  1. Pilih Akomodasi yang Sesuai Kebutuhan

Business hotel, capsule hotel, maupun penginapan dekat stasiun seringkali menawarkan harga yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kenyamanan. Memesan hotel lebih awal juga dapat memberikan harga yang lebih murah.

  1. Memanfaatkan Transportasi Umum

Jepang memiliki jaringan kereta, subway, dan bus yang sangat baik. Menyusun itinerary berdasarkan lokasi tujuan wisata dapat membantu mengurangi biaya transportasi sekaligus menghemat waktu perjalanan.

  1. Siapkan Dokumen Visa dengan Lengkap

Pastikan seluruh dokumen sesuai dengan persyaratan sebelum mengajukan visa. Kesalahan administrasi dapat menyebabkan proses pengajuan tertunda atau bahkan harus mengajukan ulang, yang tentu akan menambah waktu dan biaya.    

Apakah Liburan ke Jepang Kini Menjadi Jauh Lebih Mahal?

Sekilas, kenaikan biaya visa hingga lima kali lipat memang terdengar cukup memberatkan. Namun jika dilihat dari keseluruhan anggaran perjalanan, biaya visa sebenarnya hanya merupakan salah satu komponen dari total pengeluaran selama berlibur.

Sebagai gambaran, berikut simulasi anggaran perjalanan wisata selama tujuh hari ke Jepang untuk satu orang. 

 Komponen Estimasi Biaya 
Tiket pesawat pulang-pergi Rp.7.000.000
Hotel 6 Malam  Rp.5.000.000 
Makan  Rp.2.000.000 
Transportasi  Rp.1.500.000 
Tiket Wisata &Belanja  Rp.3.500.000 
Visa  Rp.1.600.000 
Total  Rp.20.600.000 

 

Dari simulasi tersebut terlihat bahwa biaya visa hanya menyumbang sekitar 7–8 persen dari total anggaran perjalanan. Dengan kata lain, kenaikan tarif visa memang meningkatkan biaya liburan, tetapi bukan menjadi faktor terbesar yang menentukan total pengeluaran.

Bagi wisatawan yang telah lama merencanakan perjalanan ke Jepang, penyesuaian anggaran sekitar satu hingga dua juta rupiah mungkin masih lebih mudah dilakukan dibandingkan membatalkan seluruh rencana liburan. Terlebih lagi, Jepang menawarkan pengalaman wisata yang sulit ditemukan di negara lain, mulai dari perpaduan budaya tradisional dan modern hingga pelayanan publik yang terkenal efisien.

Meskipun biaya visa mengalami kenaikan, ada satu hal yang sebaiknya tidak dikorbankan demi menghemat anggaran, yaitu perlindungan perjalanan. Risiko seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, keterlambatan penerbangan, hingga kondisi darurat medis dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan biaya visa itu sendiri. Karena itu, memastikan perjalanan terlindungi dengan asuransi perjalanan tetap menjadi langkah penting agar liburan ke Jepang berlangsung lebih aman dan nyaman.

Mega Travel Care hadir untuk membantu melindungi perjalanan Anda dari berbagai risiko selama bepergian, termasuk berbagai kejadian yang dapat mengganggu kenyamanan liburan. Dengan perlindungan yang tepat, Anda dapat lebih fokus menikmati setiap momen tanpa rasa khawatir.

Dapatkan Mega Travel Care disini, dan untuk Informasi selengkapnya tersedia melalui e-brosur, atau Anda dapat menghubungi Customer Service Halomia di 1500-119. WhatsApp 08111-1500-119, atau email halomia@megainsurance.co.id. 

Mega Travel Care merupakan produk Asuransi yang diterbitkan oleh PT Asuransi Umum Mega.

 PT Asuransi Umum Mega berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

 

 

 

 

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut mengenai jenis cookies yang kami kumpulkan, untuk apa kami menggunakannya dan bagaimana kami mengelola pengaturan cookies di Kebijakan Cookies dan Pernyataan Privacy milik kami.